Landih Ashram, Kintamani, Bali.
Malam itu (25 okt 2006) Yeni barusan nyampe dari Jakarta (libur lebaran) yang dijemput Gede dari Bandara, mereka menyempatkan untuk mampir sebentar kerumah sebelum akhirnya Yeni pulang ke Landih bersama papa & mamanya. Yeni ngedrop beberapa oleh-oleh Roti Boy untuk orang-orang rumah yang sudah pada tidur. Keesokannya kita berencana akan main ke Landih Asrham di Landih - Kintamani.

Paginya sebelum berangkat mamah menyempatkan diri ke pasar untuk membeli tahu sebagai oleh-oleh buat Yeni and keluarga. Kok cuma tahu? Karena mereka vegetarian so tahu is the best oleh-oleh yang bisa mamah usahakan. Dari denpasar kita (aku, kadek, dan gede) berangkat ke Batubulan dulu untuk jemput “my first lady” yang aku ajak juga untuk bareng ke Landih.
Perjalanan dari Batubulan memakan waktu sekitar 1 jam yang berjarak kurang lebih 55 Km, kita memilih jalur lewat Denpasar-Batubulan-Mas Ubud- Tampaksiring-Kayuamba-Penelokan-Landih. Landih merupakan sebuah desa di kecamatan Kintamani dan masuk Kabupaten Bangli. Ada dua jalan akses menuju Landih, kalau kita mengambil jalur melalui Kota Bangli, setelah sampai di desa Palaktiying kita bisa berbelok ke arah kanan sejauh 3 Km dari jalan utama Bangli-Kintamani.
Jalaur lain, yaitu jalaur yang kita tempuh melalui sebelum gerbang Desa Penelokan berbelok ke kanan ke arah Besakih. Dari jalur ini sebelum memasuki jalan desa kita akan mendapatkan view ke arah Gunung dan Danau Batur yang berada di sisi utara jalan. Setelah kira-kira 3 Km dari Penelokan kita akan menjumpai Penunjuk jalan menuju Landih dengan Logo Landih Ashram yang sengaja dipasang pengelola Landih Ashram (papa dan mamahnya Yeni).
Ketika memasuki jalan menuju desa, kita melalui hutan cemara di kiri dan kanan jalan. Daun cemara yang berbuguran menutupi jalanan aspal, it’s was so beautiful road seperti suasananya seperti bukan berada disebuah kawasan di Bali. Tentunya spot ini kita gunakan untuk bernarsis ria, jepra-jepret disana-sini. Oh ya untuk daerah dengan ketinggian disini udaranya adem banget walaupun sudah siang tapi tidak terasa panas sedikitpun. Bau batang pohon cemara seketika merubah mood…menyenangkan.
Memasuki gerbang Landih ashram kita langsung mendapatkan view ke arah bukin kecil yang terletak bersebarangan dipisahkan oleh jurang yang penuh tanaman asli. Yeni dan mamahnya menyambut kita dan mempersilahkan menuju bale-bale di depan bangunan utama. Tapi kita yang nggak bisa duduk aja, langsung menyebar mencari spot yang paling bagus untuk menikmati pemandangan. Landih Ashram memiliki luas kita-kira 1,5 Hektar lebih, sekarang disana sudah dilengkapi dengan aula, ruang bundar, guest house bahkan ada cafetaria dimana para tamu bisa berkumpul saat makan tiba. Disini seringkali berdatangan grups-grups Meditasi baik domestik maupun asing. Ashram ini juga memeiliki lahan sendiri untuk menanam sayuran dan buah-buahan untuk di konsumsi sendiri. Yeni menunjukan beberapa pohon buah yang jarang sekali kita temui lagi atau kita tidak tahu kalau ternyata buah itu bisa dikonsumsi langsung tanpa diolah.
Aku juga menemukan beberapa tanaman bunga yang jarang tak jumpai, oh ya ditengah halaman ada sebatang pohon mawar yang sedang berbunga dengan gembiranya, terlihat dari warna bunganya yang cerah dan ukuran yang super gwede. Kalau orang seperti aku yang belum tahu bagaimana bermeditasi, atmosfer dan udara adalah udara “hayo bobo” bawaannya ngantuk dan laper.
Fasilitas meditasi disana cukup lengkap dari ruang bundar, matras sampai alat musik tradisional. Oh ya waktunya makan! Sempet menebak-nebak wah sekarang makannya sayuran semua nih bakalan hambar (couse the are vegetarian) ternyata kita salah besar.

Memang sih semuanya dari sayuran dan buah-buahan tapi mama Yeni sangat pintar mengolah makanan jadi ada lauk yang seperti daging ayam sisit (tapi yang ini jauh lebih enak), ada tum (brengkes), jukut undis (sayur kacang hitam), tahu panas, sambal terong, pecel kangkung and many other. Serunya, semuanya pake sambal extra pedas, YUMMY! tanpa ba-bi-bu kita langsung sibuk sendiri-sendiri mengisi piring masing-masing. Penutupnya? Kopi, goreng pisang, semangka, mangga dan krupuk mlinjo… we are in heaven.
Come again it’s was so simple the enjoy life it self.
Setelah puas mengisi perut kita memutuskan menuju aula bundar untuk rebahan dan ngobrol hmmm…intinya bermalas-malasan.
Tidak teras waktu cepat beranjak sore, akhirnya kita pamitan dengan banyak-banyak terima kasih untuk Yeni and keluarga dan sebuah janji untuk kembali lagi kesana suatu hari untuk merepotkan hehehe.
Yeni : “Low, tanggal 30 Okt nanti kita rafting yuk di Sungai Ayung?, ada 2 rakit yang harus di-isi kamu cari 7 temen lagi buat ikut.”
Saylow : ***melongo sesaat…dan melompat kegirangan HORE!!!
I will back to you with Rafting story at The Bali Elephant Adventure & Rafting.

Popularity: 8% [?]
If you enjoyed this post, please consider to leave a comment or subscribe to the feed and get future articles delivered to your feed reader.
Comments
pengen liat poto2 pemandangannya
tapi yang pemandangannya aja loh low.
jangan yang narsis ![]()
terutama yang jalan cemara itu.
Aih2 yang lagi kasmaran. Bahasanya puitis sekali.Salam ama Mba Yeni. Salut!! Bisa bikin mas Hendra klepek2, hehehe..
*Saylow mana ya? Does he write this things? *
Weleh.. Abis Ngebeer berapa tangki low…
sadar euy..sadar…
ehh.. bagus tempatnya low. kapan kesana lagi.?? ngikoottttt…..
balasan comment dari pemilik blog untuk saudara/i :
#3 achmadi : sudah bangun kok, kupinya dong siapin mas!
#4 awan : silahkan lihat disini.
#5 Sherlie : Yeni itu sahabatku, my #1 Lady is girls with the pink t’shirt! Mybe I’m changes into someting somehow.
#6 Yanuar : Wah Yanuar kelupaan, tuh khan makanya rajin2x setor muka ke rumah eke biar top of the list friends to go with!
#7 didats : Hi, Najib Didat! Apa kabar zimbabwe? Luw kurang lama sih di Balinya… eh ada salam dari enyak gwa!





what a romantic story, romantic places, and romantic picture …. but it is just not you … btw